Air Liur

Air Liur

20 Des 2010

Stimulus- respon, adalah satu rangkaian-tak terpisahkan.

Adanya, hasilkan reaksi yang  memancar.

Jangan engkau kembangkan narasimu pada angan yang  menghadang

karena ekspresi yang ditelikung hasilkan makna tanpa arti.

Ya. Jadikan hakekat peristiwa, menyingkap asasi, dalam kondisi yang tertata, lahirkan reflex situasi, merangsang syahwat pikir, mengubah narasi yang dapat dieja, untuk ditransmisikan, kelak kan diurai oleh anak cucu. Lihatlah!  Kelak kan jadi  primadona sampai usia tertinggal dipetilasan.

 

Mari, bersama tersibak ranah kognitif, manakala menjamah stimulus-respon  pada aneka aplikasi. Beranak-pinak pada sisa generasi yang cakap nalar.

Menyinggung- menggandeng   ranah sikap, dirangkai pada logika yang terimplementasi,  diukur pada nilai yang telah terpatri.

Stimulus-respon hasilkan ketrampilan nan mahir, berjalan karena keterbiasaan.

Sejengkal langkah terikuti tanda-tanda, tertangkap dari gambar yang tersaji,

tergantung tafsir yang disisiri.

Frekwensi – berulang, mengungkap konsep perilaku  paten, pada rentang nan panjang.

Tercipta asosiasi karena pengalaman terdahulu, hasilkan pernik-pernik efek, oase masa yang lama kan berpijar

bergerak tanpa komando.

Apakah yang mengumbar rasa,  menggoncangkan jagat, atau saat hasilkan pobhia yang mendebarkan?.

Semua terekam  karena internalisasi.

Rangkaian hakekat, harkat, makrifat akan didapat, bila kondisi  diangkat pada ranah aneka manfaat.

 

 

(teruntuk kawan yang penyampaiannya ekspresif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *