Garam

GARAM

 13 juni 2009

Tanpamu terasa hambar

Kehadiranmu jadikan pelipur

Semua tanpa kecuali. Mereka yang harus tahu diri.

Manakala diet-diet harus diikuti.

 

Sosokmu, menjadi pelipur rindu, disaat manusia berharap tertambahkan rasa. Manakala tersantapkan nutrisi-nutrisi, ntuk mengisi relung-relung diri. Kimiawi tubuh tlah merubah karbohidrat jadi energi. Protein mendominasi kepentingan. Lemak menopang diri, munculkan percaya diri.

 

Kepedulianmu, dengan mantapkan iodium, agar tak lahirkan generasi lemah. Itu yang dapat aku tangkap dari auramu.

Kerinduan akan maknamu, alirkan pada diriku, agar tegar menatap awan. Yang tlah sinarkan alam.

 

Keberadaanmu dialiran laut lepas. Yang luasnya sepertiga bumi. Aku hanyalah setetes dari ragamu. Tanpa arti. Tanpa makna.

OH!

Molekulmu tlah aku tahu,

saat masih bertandang di bangsu sekolahku dulu.

Aku masih polos dan lugu.

Itu yang kuharap saat menemuimu.

Apa engkau tahu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *