Cara Pembuatan Biogas

Pada kesempatan kali ini kita berusaha mempelajari sedikit pembuatan biogas melalui kotoran sapi. Pada prinsipnya, pembuatan biogas sangat sederhana, hanya dengan memasukkan kotoran ternak ke dalam tempat penampungan kotoran, yang kemudian dibiarkan digester sampai beberapa waktu. Dalam waktu tertentu biogas akan terbentuk sendiri, selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber energi, misalnya untuk kompor gas dan juga pembangkit  tenaga listrik. Disamping itu pula, penggunaan digester dapat membantu pengembangan sistem pertanian, dengan cara mendaur ulang kotoran ternak untuk memproduksi biogas dan diperoleh hasil samping berupa pupuk organik yang sering kita sebut dengan kompos.

CARA  PEMBUATAN  DALAM  SKALA KECIL

Bahan yang anda butuhkan untuk membuatnya adalah wadah air 18 liter (gallon air) yang sudah tidak terpakai sebagai wadah untuk campuran air dan kotoran hewan yang nantinya akan menghasilkan metana, yang kemudian akan dikumpulkan dalam balon plastik/ kantong plastik. Gallon air melakukan tugas yang sama seperti perut binatang ternak dengan menyediakan kondisi hangat dan basah yang disukai mikroorganisme yang memproduksi metana.

Tindakan Pengamanan.

Sebelum anda membuat perhatikan tindakan anda demi keamanan. Bahan utama dalam kegiatan ini berasal dari alat-alat tajam seperti pemotong tubing dan gunting.

Hati-hati saat menggunakan alat apapun. Tidak ada risiko ledakan akibat kebocoran gas metana karena gas ini berkembang sangat lambat namun cepat menguap sebelum dapat mencapai konsentrasi flammable (mudah terbakar) pada suhu kamar.

Peralatan:
Pemotong pipa, gunting, kunci Inggris(adjustable wrench), karet sarung tangan, bor dengan ¼ “, atau pembuka tutup botol gabus, lem panas/ lem batang, isolative, amplas.

Bahan-bahan
• Gallon air minum 18 liter
• Kantong /balon plastik besar (Mylar) yang nanti akan menampung gas
• Pipa tembaga (40 cm, 6.5mm (1 / 4 “)
• T-konektor untuk tabung plastik (6mm atau ¼ “panjangnya)
• 1 gabus (meruncing, panjang 23mm)
• Selang plastik (1,5 m panjang, 4mm atau ¼ inci)
• 2 buah pengikat (¼ “x ¼”)
• Keran (1 / 4 “)
• 6-8 Liter kotoran (kambing, domba, kelinci, atau yang lainnya)
• Sarung tangan karet
• Corong plastik besar (bisa dibuat dari 4L kotak bekas susu) dengan melubangi  bawahnya
• Sebatang kayu (30 hingga 50 cm, 2-3 cm tebal)

A. Menyiapkan sistem penampung biogas

  1. Potong pipa tembaga sekitar 20cm, kemudian bekas potongan diamplas.
  2. Balon Mylar memiliki ujung-katup. Dorong pipa ke dalam leher balon, melewati ujung lengan, meninggalkan sekitar 2cm menonjol dari leher balon, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
  3. Uji pipa untuk memastikan udara dapat masuk dan keluar balon, dengan cara meniup sedikit melalui tabung. Balon harus mengembang , dan udara harus dapat keluar dengan mudah melalui tabung.
  4. Ikat ujung katup balon dengan isolative supaya tidak ada kebocoran.
  5. Gunakan bor listrik untuk membuat lubang di tengah tutupnya. Tambahkan beberapa tetes lem di sekitarnya dan di dalam lubang lalu masukkan batang adaptor (pipa) T ke gabus.
  6. Pasangkan dua fitting duri ke dalam keran. Kencangkan dengan kunci pas atau kunci Inggris.
  7. Potong dua bagian dari selang plastik, masing-masing 25cm panjangnya. Gunakan untuk menghubungkan balon ke T-adaptor, dan untuk menghubungkan katup keran untuk kompor Bunsen. Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram di bawah.

B. Menyiapkan campuran pupuk kandang

  1. Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan di luar, dan dengan sarung tangan karet!Potong bagian bawah dari bekas kotak susu 4L untuk membuat corong. Anda bias menggunakan bahan bekas lain, asalkan bukan bekas bahan yang beracun (cuci terlebih dahulu).
  2. Tempatkan corong ke leher air gallon dan siapkan sekop kecil yang biasa untuk pupuk. Anda bias memakai alat lain.
  3. Gunakan sebatang kayu untuk mendorong kotoran supaya bisa masuk ke dalam gallon.
  4. Tambahkan air yang cukup sehingga mendekati mulut gallon.
  5. Gunakan kayu untuk mengaduk campuran bahan dalam gallon tersebut.
  6. Bersihkan diri anda. Gunakan sabun dan cuci tangan anda hingga bersih.

C. Persiapan terakhir

  1. Pasang tutup gallon yang berisi kotoran dan air.
  2. Pastikan keran tertutup, namun udara masih bisa bergerak dari gallon melalui T-adaptor menuju balon (kantong udara).
  3. Tempatkan biogas generator anda pada tempat yang hangat dan gelap, misalnya gudang. Catatan: jika anda menempatkanya di tempat yang terkena cahaya matahari, pastikan anda membungkus gallon dengan sesuatu yang berwarna gelap agar tidak ada cahaya yang masuk untuk menghindari alga tumbuh dalam gallon anda.

Cobalah!
Selama beberapa minggu pertama, pembangkit biogas anda akan memproduksi terutama karbon dioksida. Ketika bakteri aerobik menggunakan semua oksigen di dalam gallon, sementara bakteri anaerob yang membuat metana, dapat memanfaatkan karbon dioksida tersebut. Hal ini dapat memakan waktu hingga satu bulan bagi generator biogas anda untuk mulai membuat biogas dengan metana yang cukup mudah terbakar. Catatan:yang dibutuhkan bakteri anaerobik untuk memproduksi metana adalah karbon dioksida bukan oksigen.

  1. Setelah gas terkumpul dalam balon penampung, cobalah untuk membuka kran agar gas mengalir keluar kemudian nyalakan kompor Bunsen-nya.
  2. Mintalah teman anda untuk memegangi balon yang berisi biogas dan mintalah untuk memberi sedikit tekanan agar gas terdorong keluar.
  3. Kalau kompor anda menyala, berarti alat anda berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *