Teknologi Pembuatan

Pembuatan lubang resapan biopori sangat mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang. Ketersediaan alat bor LRB sangat penting, sehingga harus ada. Pembuatan lubang dapat dilakukan secara manual. Jika didandingkan dengan sumur resapan yang butuh biaya mahal dan pengerjaan yang lama, serta banyaknya tanah yang dibuang sehingga menimbulkan masalah baru, LRB jelas lebih efektif dan efisien.

Cara Pembuatan Lubang resapan biopori (LRB):

  1. Membuat lubang silindrid secara vertical ke dalam tanah denngan diameter 10 cm-30 cm. kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50-100 cm.
  2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
  3. Lubang diisi dengan sampah organic yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput.
  4. Sampah organic selalu ditambahkankan kedalam lubang jika isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
  5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan.

Lubang biopori bisa dibuat di halaman rumah, dasar saluran air/selokan, atau di mana saja yang menjadi areal genangan air. Tidak hanya di tanah, lubang ini bisa juga dibuat di permukaan tanah yang sudah tertutup semen. Jarak antar lubang 50-100 cm tergantung kebutuhan. Setiap lubang diisi dengan bahan lapuk/organik sebanyak 2-3 kg. Sampah ini berfungsi untuk memicu aktivitas fauna tanah yang kemudian menghasilkan pori-pori (biopori). Setelah itu lubang ditutup dengan kawat kasa agar orang yang berjalan di atasnya tidak terperosok. Setiap musim, kompos bisa dipanen dari lubang ini. Setelah itu, bahan organik baru dimasukkan ke dalamnya. Begitu seterusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *