Goa Wonotirto

wonotirto1Kabupaten Temanggung juga memiliki beberapa objek wisata goa. Setidaknya ada dua goa yang potensial untuk dikembangkan, yaitu Goa Wonotirto dan Goa Lawa. Sesuai dengan namanya, Goa Wonotirto terletak di Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu. Goa ini ditemukan masyarakat desa setempat pada tahun 2002. Lokasinya berada di kaki Bukit Juranggrawah, sekitar 1 km dari pusat desa. Sebagaimana kawasan di lereng gunung lainnya, desa Wonotirto memiliki panorama alam pegunungan yang indah, karena terletak dalam rangkaian kawasan wisata Gunung Sumbing. Sayangnya, hingga kini jalan menuju Goa Wonotirto belum beraspal. Bahkan harus naik- turun bukit hampir 1 km dari jalan desa. Beberapa speleolog (ahli dalam bidang kegoaan) dari berbagai daerah pernah datang meneliti Goa Wonotirto. Kesimpulan mereka, goa tersebut layak dikembangkan sebagai kawasan wisata. Saat ini mulai dibenahi, terutama untuk mendukung pengembangan wisata alam Gunung Sumbing. Pembenahan yang sudah dilakukan antara lain melebarkan ruang Goa yang selama ratusan tahun tertutup longsoran tanah. Kini ruang yang sudah terbuka sepanjang 20 meter, dengan lebar 2 meter dan tinggi juga 2 meter. Antusias warga untuk mengembangkan goa ini cukup tinggi. Apalagi letaknya dekat Monumen Meteorit yang diresmikan tahun 2002.

POTENSI PENGEMBANGAN

OBJEK wisata goa seringkali dianggap sebagai salah satu genre pariwisata yang relatif statis. Alasannya, tidaklah mungkin untuk mengubah kondisi didalam goa apalagi mengubah struktur stalagtit dan stalagmitnya. Tetapi bukan berarti objek wisata goa tidak bisa dikembangkan dan tak mampu mendatangkan wisatawan. Goa Wonotirto, misalnya, sangat memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata andalan. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain membenahi kawasan internal (untuk mencapai syarat minimal kelengkapan sebuah goa) dan syarat eksternal (meningkatkan keramaian di sekitar goa).

Pengembangan Kawasan Internal :

  1. Melanjutkan pembukaan ruang didalam goa, hingga mencapai batas maksimal. Biasanya ujung dari rongga di dalam goa berakhir pada sebuah terowongan air.
  2. Memberi beberapa penerangan di dalam goa, sehingga terlihat lebih indah. Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kebumen terhadap goa Jatijajar yang mampu menyedot banyak wisatawan dari luar daerah.

Pengembangan Kawasan Eksternal:

  1. Membangun bumi perkemahan dan camping ground.
  2. Menyelenggarakan aneka kegiatan yang terkait dengan berbagai kegiatan wisata petualangan, seperti outband, adventure zone, dan arena cross country.
  3. Membangun prasarana olah raga alternative seperti motorcross, off-road, dan lain-lain.
  4. Mendirikan homestay, wisma, atau penginapan khas pedesaan.
  5. Membangun agrowisata perkebunan disekitar Goa Wonotirto.
  6. Membuat jejaring wisata dengan objek wisata terdekat, terutama dengan Monumen Meteorit dan Prasasti Gondosuli (keduanya juga berada di Kecamatan Bulu), Candi Pringapus dan Umbul Jumprit (Kecamatan Ngadirejo), serta taman rekreasi Pikatan Indah (Pikatan Water Park) dan Taman Rekreasi Kartini di Kota Temanggung.

Dua kegiatan pengembangan ini, baik internal maupun eksternal, bisa ditangani langsung oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung, didelegasi kepada Pemerintah desa dan kecamatan, pihak ketiga (investor), atau kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak ketiga.

Sumber: http://fortekindo-tour.blogspot.com/2013/07/goa-wonotirto-temanggung-jateng.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *