Potensi Agrowisata

potensi agrowisataIstilah agrowisata, atau sering pula disebut wisata agro, makin populer sejak awal dekade 2000-an. Agrowisata adalah kegiatan wisata yang berlokasi/berada di kawasan pertanian, terutama tanaman perkebunan (kopi, teh, cokelat, dll) dan tanaman buah-buahan. Salah satu daya tarik agrowisata ialah adanya kesempatan bagi pengunjung untuk memetik (memanen) buah dan hasil perkebunan lainnya. Selanjutnya hasil panen ditimbang dan dihargai pengunjung sesuai dengan harga yang ditetapkan pengelola. Dengan cara tersebut, pengunjung memperoleh kepuasan dan pengalaman yang tak terlupakan. Di Indonesia, konsep agrowisata pertama kali diperkenalkan di sentra perkebunan apel dikawasan Batu, Kabupaten Malang (sekarang termasuki wilayah Kabupaten Batu). Kini, beberapa kawasan agrowisata juga bisa dijumpai di Jawa Tengah. Beberapa perusahaan perkebunan pun mulai mengembangkan sayap usahanya dengan mendesain sebagian areal kebunnya sebagai kawasan agrowisata. Misalnya kebun Teh Kaligua (Brebes), Kebun teh pagilaran (Batang), kebun teh tambi (Wonosobo), kebun kopi Banaran (Kabupaten Semarang), dan lain sebagainya. Agrowisata tak sebatas perkebunan. Subsektor peternakan dan perikanan (darat) pun bisa dikembangkan, misalnya sentra kambing Peranakan Ettawa (PE) di Kecamatan Kali Gesing (Purworejo), sentra peternakan sapi perah dicepogo (Boyolali), sentra ikan darat di Ngrajek (Kabupaten Magelang), an lain-lain. Kabupaten Temanggung juga memiliki potensi besar di bidang agrowisata, terutama agrowisata kebun kopi. Setidaknya ada tiga lokasi yang ideal untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata perkebunan kopi di Kabupaten ini, yaitu perkebunan Gesing, perkebunan Rowo seneng, dan perkebunan Bojongrejo.

 

PERKEBUNAN GESING

Desa Gesing hanya berjarak sekitar 12 km dari arah utara kota Temanggung. Sejak dulu, desa ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta terbesar di Temanggung. Pengelolaan budidaya kopi dikelola oleh kelompok tani ngudirejeki, yang menghimpun 112, 09 ha kebun kopi rakyat disebelah utara permukiman penduduk. Bau harum khas bunga kopi begitu terasa ketika kita memasuki dan menapaki perkebunan kopi. Wisatawan bisa melihat proses pengolahan kopi yang dikelola kelompok tani, mulai dari pemilihan biji yang dipanen, sortasi buah basah, pengupasan kulit biji, pencucian biji yang masih diselimuti lendir, pengeringan biji kopi, baik secara traisional (di jemur) maupun menggunakan mesin pengering kopi (Oven system). Sambil mengamati proses tersebut, wisatawan bisa menikmati secangkir kopi hangat yang diperoleh dari seduhan bubuk kopi yang dibuat ibu-ibu petani sebagai hasil produk industri rumah tangga.

PERKEBUNAN BOJONGREJO

Perkebunan Bojongrejo merupakan salah satu perkebunan besar Negara (PBN) yang dikelola PTP Nusantara IX. Lokasinya berada dib Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen, sektar 45 km dari arh utara Kota Temanggung. Areal kebun kopi robusta yang dikelola seluas 642,32 ha, dilengkapi dengan fasilitas pengolahan kopi cara basah yang modern, dengan kapasitas mesin lebih besar dari pada Rowoseneng.

PERKEBUNAN ROWOSENENG

Perkebunan rowoseneng yang terletak di Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan, merupakan salah satu perkebunan besar swasta (PBS) di Kabupaten Temanggung.

Di tempat ini terdapat areal perkebunan kopi rebusta seluas 136,70 ha, yang dikelola oleh PT Naksatra Kejora. Lokasi yang dilengkapi dengan bumi perkemahan (camping ground) itu dikelilingi pepohonan pinus, sehingga suasananya betul-betul alami dan jauh dari polusi. Tempat ini dikenal pula sebagai ”kawah candradimuka” bagi para biarawan, room, dan frater. Setiap akhir pekan, Rowoseneng ramai dikunjungi orang, antara lain dari yogyakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan kota-kota lainnya. Kawasan agro wisata Rowoseneng memang menawarkan nilai plus bagi pengunjung. Sebab kawasan in bukan hanya menyajikan hamparan kebun kopi saja, tetapi juga peternakan sapi perah hingga usaha kecil pembuatan aneka roti. Pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan keju dan yoghurt untuk menyelamatkan susu ketika tak laku di pasaran. Tatkala harga kopi anjlok, petani mengolah sendiri biji-biji kopi menjadi kopi bubuk. “Kopi lantas dijual dalam berbagai kemasan. Bahkan diberi aroma rasa yang berbeda, seperti moka, stoberi, dan coklat. Jadi produk kami mampu bersaing dengan produk lain di pasaran bebas, “kata Romo Beda, manajer pemasaran Agro Wisata Rowoseneng. Produk roti yang dominan adalah kastangel yang juga menggunakan komponen keju. Kastangel asal Rowoseneng sangat terkenal di Jawa Tengah. Usaha pembuatan roti ini juga didukung alat-alat yang lumayan canggih.

PROSPEK PENGEMBANGAN

Pengembangan kawasan agrowisata tidak cukup dilakukan hanya dengan membenahi kawasan perkebunan itu sendiri. Sarana dan prasarana pendukung pun perlu dibenahi, misalnya memperbaiki jalan menuju kebun, tempat istirahat (gazebo) di kebun, wisma/tempat penginapan, hingga peralatan komunikasi, sarana-prasarana standar lainnya. Kegiatan jugabharus mampu memberi hiburan dan pengetahuan kepada pengunjung. Misalnya dengan meluncurkan paket coffe walk. Coffe walk atau kegiatan wisata jalan-jalan di kebun kopi. Di tempay ini, wisatawan bisa mengenal lebih dekat lingkungan alam, antara lain beragam variesta kopi robusta, mengenal teknik budidaya, proses pembuatan bubuk kopi, serta diakhiri dengan duduk santai sambil mencicipi rasa dan aroma khas kopi yang disedu air panas.

 

PASAR AGROWISATA SOROPADAN

Kabupaten Temanggung termasuk beruntung, sebab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun Pasar Agrowisata Soropadandi Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat. Di tempat ini rutin digelar Soropadan Agro Expo yang diikuti hampir semua daerah di Indonesia. Pasar ini menempati areal cukup luas, sekitar 6,5 ha, tepat di jalan raya Pringsurat-secang. Pemerintah Provinsi tidak hanya meningkatkan nilai jual produk pertanian melalui Pasar Agrowisata, tetapi juga menjadikan tempat ini sebagai kawasan wisata agro. Di sini terdapat green house anggrek, sekaligus berkonsultasi mengenai seluk-beluk tanaman anggrek. Ada juga bursa aneka tanaman hias lainnya, yang sekarang sedang digandrungi orang-orang kota. Pasar Agrowisata Soropadan juga akan dijadikan kebun petik buah. Luas areal untuk tanaman buah sekitar 3,5 ha, antara lain meliputi tanaman durian, rambutan, kelengkeng, salak, melon, semangka, dan tomat. Pengunjung bisa memetik langsung buah langsung dari kebun.

PELUANG INVESTASI

Rencana investasi (baru) di Pasar Agrowisata Soropadan perlu dibicarakan langsung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, selaku pemilik dan pengelola. Namun bukan berarti Pemerintah Kabupaten Temanggung tidak bisa memanfaatkan kawasan sekitar, untuk pengembangan wisata baru yang bisa mendukung Pasar Agrowisata. Sesuai dengan karateristik daerah dan kondisi sosial-budaya masyarakat setempat, ada beberapa peluang inventasi yang bisa dikembangkan di Desa Soropadan, antara lain:

  1. Pembangunan kios-kios buah disepanjang jalan raya Pringsurat Secang, tidak jauh dari lokasi Pasar Agrowisata Soropadan.
  2. Pembangunan outlet minuman dingin, yang berbahan baku dari tanaman buah setempat. Misalnya jus dan sirupkelengkeng, tomat, durian, rambutan, salak nglumut, dan lain sebagainya. Outlet raya dekat Pasar Agrowisata.
  3. Pembangunan outlet minuman hangat , yang berbahan baku dari tanaman local. Misalnya kopi, the, cokelat, dan jahe. Lokasinya bisa disatukan dengan outlet minuman dingin.
  4. Pembangunan resto pemancingan di tepi jalan raya Pringsurat-Secang.
  5. Pembangunan kolam budi daya ikan hias (koi, arwana, maskoki, dll).
  6. Pembangunan kolam renang air hangat.
  7. Taman bermain bagi ank-anak, sehingga bisa menambah minat wisatawan yang datang bersama anggota keluarga.

Diyakini beberapa peluang usaha ini memiliki prospek cerah, karena letaknya yang sangat strategis dan berada di jalur utama lalu lintas Semarang-Yogyakarta dan Semarang-Purwokerto.Selain memunculkan simpul-simpul ekonomi baru, juga bisa lebih menghidupkan kawasan di sekitar Pasar Agrowisata Soropadan.

SUMBER: http://www.kompasiana.com/lintar/objek-wisata-kabupaten-temanggung_55004d62a33311e57251074f

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *