Peternakan

PETERNAKAN

Peternakan adalah segala aktivitas manusia yang berhubungan dengan memelihara hewan ternak yang dapat diambil manfaatnya dari hewan tersebut guna memenuhi kebutuhan hidup.
Peternakan di Indonesia dikelompokkan ke dalam tiga jenis.
a)    Ternak Besar
Ternak besar adalah peternakan yang diusahakan dengan memelihara hewan yang berukuran besar. Hewan yang digolongkan ternak besar, yaitu kuda, kerbau, dan sapi (lembu).

b)    Ternak Kecil
Adalah peternakan yang diusahakan dengan memelihara hewan yang berukuran kecil. Hewan yang digolongkan ternak kecil, yaitu babi, kambing, domba (biri-biri), dan kelinci.

c)    Ternak Unggas.
Adalah peternakan yang diusahakan dengan memelihara hewan yang bersayap atau sebangsa burung. Hewan yang digolongkan ke dalam ternak unggas, yaitu ayam, itik (bebek), angsa, entog, dan burung puyuh

PETERNAKAN
1.    Petani
adalah orang yang mengusahakan usaha pertanian atas resiko sendiri dengan tujuan untuk dijual baik pertanian tanaman pangan maupun perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.

2.    Harga produsen
adalah harga transaksi antara petani (penghasil) dan pembeli (pedagang pengumpul/tengkulak) untuk setiap komoditas menurut satuan setempat.

3.    Satuan
satuan yang dipakai adalah satuan yang lazim dipakai untuk pembelian atau penjualan secara partai besar. Satuan dari masing-masing jenis barang harus jelas dan tegas, misalnya : kg, kwintal (100 kg, 10 buah, ikat dan sebagainya. Satuan setempat yang umumnya dipakai di daerah, telah dikonversikan kedalam satuan standar seperti diatas.

4.    Pasar
adalah suatu tempat terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli atau tempat yang biasanya terdapat penawaran dan permintaan. Pasar yang diteliti adalah pasar yang cukup mewakili dari semua pasar di kecamatan yang sudah ditentukan, dan mempunyai syarat antara lain:
a.    Pasar tersebut adalah yang terbesar di kecamatan terpilih.
b.    Kebanyakan masyarakat, terutama petani berbelanja di pasar tersebut.
c.    Barang yang diperjualbelikan beraneka ragam.
d.    Harus dapat dijamin kelangsungan pencatatan harga di pasar tersebut.
e.    Pasar tersebut terletak di desa pedesaan.

5.    Harga Eceran
adalah harga transaksi antara penjual dan pembeli untuk tiap jenis barang yang diecerkan menurut satuan setempat. Karena satuan setempat yang digunakan di tiap daerah mungkin berbeda, oleh karena itu pencatatan dilakukan sesuai dengan harga eceran di dalam satuan setempat yang lazim dipakai di daerah masing-masing. Sedangkan harga yang dicatat di dalam daftar isian adalah harga yang telah dikonversikan ke dalam satuan baku yang tercantum dalam daftar isian.
Persyaratan pedagang/penjual yang menjadi responden adalah:
a.    Pedagang harus mempunyai cukup persediaan barang untuk menjaga terjaminnya kelangsungan pencatatan selanjutnya.
b.    Pedagang menjual barangnya secara eceran dan di tempat yang tetap.
c.    Pedagang banyak/ramai dikunjungi pembeli.
d.    Pedagang merupakan price influencer, dimana harga yang ditetapkan dapat mempengaruhi pedagang/penjual lainnya.

6.    Penghitungan rata-rata harga
Dalam menghitung rata-rata harga eceran setiap jenis barang untuk masing-masing propinsi setiap bulannya digunakan rata-rata relatif harga (RH). Relatif harga adalah perbandingan antara harga pada bulan bersangkutan dengan harga pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga pada bulan bersangkutan untuk suatu jenis barang tertentu, didapatkan dengan mengalikan rata-rata relatif harga barang (jumlah RH dibagi dengan banyaknya sampel) dengan rata-rata harga barang tersebut pada bulan sebelumnya.

PETERNAKAN

Peternakan adalah segala aktivitas manusia yang berhubungan dengan memelihara hewan ternak yang dapat diambil manfaatnya dari hewan tersebut guna memenuhi kebutuhan hidup.
Peternakan di Indonesia dikelompokkan ke dalam tiga jenis.
a)    Ternak Besar
Ternak besar adalah peternakan yang diusahakan dengan memelihara hewan yang berukuran besar. Hewan yang digolongkan ternak besar, yaitu kuda, kerbau, dan sapi (lembu).

b)    Ternak Kecil
Adalah peternakan yang diusahakan dengan memelihara hewan yang berukuran kecil. Hewan yang digolongkan ternak kecil, yaitu babi, kambing, domba (biri-biri), dan kelinci.

c)    Ternak Unggas.
Adalah peternakan yang diusahakan dengan memelihara hewan yang bersayap atau sebangsa burung. Hewan yang digolongkan ke dalam ternak unggas, yaitu ayam, itik (bebek), angsa, entog, dan burung puyuh

PETERNAKAN
1.    Petani
adalah orang yang mengusahakan usaha pertanian atas resiko sendiri dengan tujuan untuk dijual baik pertanian tanaman pangan maupun perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.

2.    Harga produsen
adalah harga transaksi antara petani (penghasil) dan pembeli (pedagang pengumpul/tengkulak) untuk setiap komoditas menurut satuan setempat.

3.    Satuan
satuan yang dipakai adalah satuan yang lazim dipakai untuk pembelian atau penjualan secara partai besar. Satuan dari masing-masing jenis barang harus jelas dan tegas, misalnya : kg, kwintal (100 kg, 10 buah, ikat dan sebagainya. Satuan setempat yang umumnya dipakai di daerah, telah dikonversikan kedalam satuan standar seperti diatas.

4.    Pasar
adalah suatu tempat terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli atau tempat yang biasanya terdapat penawaran dan permintaan. Pasar yang diteliti adalah pasar yang cukup mewakili dari semua pasar di kecamatan yang sudah ditentukan, dan mempunyai syarat antara lain:
a.    Pasar tersebut adalah yang terbesar di kecamatan terpilih.
b.    Kebanyakan masyarakat, terutama petani berbelanja di pasar tersebut.
c.    Barang yang diperjualbelikan beraneka ragam.
d.    Harus dapat dijamin kelangsungan pencatatan harga di pasar tersebut.
e.    Pasar tersebut terletak di desa pedesaan.

5.    Harga Eceran
adalah harga transaksi antara penjual dan pembeli untuk tiap jenis barang yang diecerkan menurut satuan setempat. Karena satuan setempat yang digunakan di tiap daerah mungkin berbeda, oleh karena itu pencatatan dilakukan sesuai dengan harga eceran di dalam satuan setempat yang lazim dipakai di daerah masing-masing. Sedangkan harga yang dicatat di dalam daftar isian adalah harga yang telah dikonversikan ke dalam satuan baku yang tercantum dalam daftar isian.
Persyaratan pedagang/penjual yang menjadi responden adalah:
a.    Pedagang harus mempunyai cukup persediaan barang untuk menjaga terjaminnya kelangsungan pencatatan selanjutnya.
b.    Pedagang menjual barangnya secara eceran dan di tempat yang tetap.
c.    Pedagang banyak/ramai dikunjungi pembeli.
d.    Pedagang merupakan price influencer, dimana harga yang ditetapkan dapat mempengaruhi pedagang/penjual lainnya.

6.    Penghitungan rata-rata harga
Dalam menghitung rata-rata harga eceran setiap jenis barang untuk masing-masing propinsi setiap bulannya digunakan rata-rata relatif harga (RH). Relatif harga adalah perbandingan antara harga pada bulan bersangkutan dengan harga pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga pada bulan bersangkutan untuk suatu jenis barang tertentu, didapatkan dengan mengalikan rata-rata relatif harga barang (jumlah RH dibagi dengan banyaknya sampel) dengan rata-rata harga barang tersebut pada bulan sebelumnya.

Hewan Ternak
6.    Rumah Potong Hewan (RPH)
Ruamah Potong Hewan (RPH) adalah semua pemotongan hewan atau ternak yang mempunyai bangunan permanen atau semi permanen yang khusus digunakan untuk tempat pemotongan hewan/ternak yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Rumah Potong Hewan.
7.    Penjagal Hewan/Keurmaster
Penjagal hewan adalah petugas (biasanya pegawai Dinas Peternakan atau Pemda setempat)yang diberi wewenang untuk memeriksa kesehatan ternak sebelum dipotong (ante mortem), memeriksa daging ternak setelah dipotong apakah cukup layak untuk dikonsumsi (post mortem),memungut retribusi, pajak potong dan sebagainya.
Hewan Ternak
6.    Rumah Potong Hewan (RPH)
Ruamah Potong Hewan (RPH) adalah semua pemotongan hewan atau ternak yang mempunyai bangunan permanen atau semi permanen yang khusus digunakan untuk tempat pemotongan hewan/ternak yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Rumah Potong Hewan.
7.    Penjagal Hewan/Keurmaster
Penjagal hewan adalah petugas (biasanya pegawai Dinas Peternakan atau Pemda setempat)yang diberi wewenang untuk memeriksa kesehatan ternak sebelum dipotong (ante mortem), memeriksa daging ternak setelah dipotong apakah cukup layak untuk dikonsumsi (post mortem),memungut retribusi, pajak potong dan sebagainya.